Turbocharger dan Supercharger

Posted on

otomags.com – Belakangan ini banyak artikel di blog kawan-kawan yang membahas mengenai motor yang bermesin supercharger. Contohnya saja ada Ninja H2 dan yang sedang hangat-hangatnya adalah versi hemat dari H2 yakni S2 dan R2. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan supercharger ini. Oke nanti di artikel ini, akan kita bahas sekalian mengenai turbocharger ya dan beda antara keduanya.

Turbocharger dan Supercharger ini adalah salah satu cara untuk menigkatkan power pada mesin. Istilahnya forced induction. Penggunaan supercharger di Indonesia kurang populer jika dibandingkan dengan pemakaian turbo. Prinsip kerja Supercharger hampir sama dengan Turbo yakni dengan cara mengkompres udara dan memadatkan oxygen sehingga peledakan bisa lebih hebat di ruang bakar. Perbedaan mendasar dari prinsip kerja Supercharger adalah bukan memanfaatkan gas buang, tapi tenaga dari crankshaft melalui belt. Supercharger menggunakan tenaga dari crankshaft untuk memutar puli. Sehingga biasanya tenaga yang dihasilkan oleh mesin yang dilengkapi dengan Supercharger lebih sedikit dari pada Turbocharger karena sebagian power dari piston lalu ke crankshaft digunakan untuk memutar Supercharger.

turbocharger vs supercharger

Prinsip kerja dasar dari Turbo ini adalah memanfaatkan hembusan angin gas buang dari mesin untuk memutar turbin yang terhubung dengan turbin kompressor. Turbo dianggap lebih efisien dari Supercharger karena putaran bilah pada “rumah keong” tidak memakan tenaga mesin. Seiring perkembangan, as penghubung bilah kompresor dan turbin pun dilengkapi bearing ketimbang bos logam biasa. Sehingga kitirannya lebih ringan. Meski Turbo mempunyai banyak kelebihan, Turbo pun mempunyai kelemahan. Masalah yang sering muncul adalah adanya jeda waktu sebelum terjadi turbo spool atau berputarnya bilah compressor. Jeda waktu ini disebut turbo lag. Biasa terjadi pada putaran rendah kala embusan gas buang masih kecil. Begitu putaran naik dan gas buang kencang, turbo bekerja, maka terjadi peningkatan tenaga sangat signifikan.
Selain itu juga, penggunaan Intercooler sangat disarankan untuk mesin yang sudah mengaplikasikan teknologi forced induction ini. Intercooler berfungsi untuk menyuplai udara dingin untuk masuk ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.

Kesimpulannya adalah apabila kawan-kawan ingin mendapatkan tenaga yang spontan dari awal hingga ke rpm tengah gunakan Supercharger. Tapi kalau kawan-kawan ingin mendapatkan power yang berlimpah mulai dari rpm tengah hingga rpm atas gunakanlah Turbocharger. Nah kalau mau power tetap terisi dari rpm bawah hingga atas, silakan gunakanlan Twincharger (kombinasi anatara Supercharger dan Turbocharger). Semoga berguna.

*dikumpulkan dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *